BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Saat ini wisata kuliner dipenuhi
dengan berbagai varian makanan, mulai dari camilan, kue, sampai makanan khas
nusantara. Berbagai pengusaha kuliner memutar otak untuk menyajikan makanan
yang berbeda dan memiliki inovasi, hal tersebut dilakukan untuk menarik
perhatian konsumen terhadap jenis makanan yang akan diproduksi. Semua makanan
itu dijual dengan harga yang berbeda-beda, disesuaikan dengan bahan makanan
yang digunakan. Untuk itu orang-orang pasti memilih makanan yang bisa membuat
perut kenyang dengan harga yang tidak menguras kantung. Makanan yang mudah
dijangkau dengan harga yang relatif murah dan dapat membuat perut kenyang
adalah lelenggangan.
Bisnis makanan merupakan
bisnis yang senantiasa bertahan dan terus berkembang seiring dengan
meningkatnya kebutuhan kuliner masyarakat. Ada beberapa hal yang membuat bisnis
ini terus tumbuh.Pertama, makanan merupakan suatu kebutuhan masyarakat baik
sebagai kebutuhan kuliner atau jajanan maupun kebutuhan pokok.
Kami tertarik untuk menjalankan bisnis ini , dengan
mengusung nama” Lelenggangan
”. kami mencoba menawarkan sebuah
konsep yang unik bagi para penggemar telur dengan menyediakan berbagai macam
kreasi makanan.
B.
Peluang Usaha
Setelah saya melakukan penelitian
ditempat makan yang menyediakan lenggang, mereka hanya menyediakan beberapa
menu yang monoton dan tempat yang sederhana. Sehingga peluang usaha untuk
mendirikan usaha ini sangat besar. Kelebihan dari “Lelenggangan” adalah kami
menyediakan pelayanan yang memuaskan. Selain itu, sesuai dengan latar belakang
yang telah dikemukakan, kami akan menyediakan berbagai variasi menu
lelenggangan.
C.
Permasalahan Yang Timbul
Setiap memulai usaha pasti akan
timbul permasalahan, entah itu permasalahan yang berasal dari dalam usaha itu
sendiri maupun dari luar usaha. Dalam menjalankan usahanya,
“Lelenggangan” ini menemui berbagai permasalahan, di antaranya
adalah :
Dari segi konsumen, mereka mungkin
sudah terbiasa dengan masakan telur yang itu itu saja, sehingga diperlukan
promosi yang efektif efisien untuk menarik minat konsumen.
Dari segi karyawan, karena usaha ini
memerlukan berbagai variasi rasa, maka diperlukan imajinasi dan kreativitas
dari para koki.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Profil Usaha
1.
Nama Usaha : Lelenggangan
2.
Alamat Usaha :Jl. H.S.
Ronggowaluyo Teluk Jambe Karawang 41361 Telepon : (0267) 641177, 641367, 642582
Fax : (0267) 641177, 641367, 642582 Website : http://www.unsika.ac.id
3.
Bidang Usaha : Kuliner
4.
Logo Usaha

5. Visi
Menjadi
Makanan Lenggang Terfavorite dan Berdaya Saing.
6.
Misi
Ø Cepat, pembuatan lelenggangan yang relatif cepat.
Ø Unik, citra rasa yang unik dengan perpaduan telur dan
topping.
Ø Tradisional, kemasan khas indonesia.
Ø Terjangkau, harga yang bersahabat dengan kantong.
7.
Slogan
LENGGANG
LENGGONG, LELENGGANGKEUN !!
B. Aspek
Perencanaan Usaha
1.
Aspek Pasar
Sebelum
memulai usaha, dan mengetahui layak atau tidaknya usaha ini, pertama akan
dilakukan kajian aspek pasar dengan menganalisis pasar potensial yang akan
dimasuki oleh produk yang dihasilkan. Dengan demikian akan diketahui keberadaan
pasar potensial yang dimaksud. Untuk mengetahui pasar potensial kami akan
menganalisis permintaan dan penawaran.
a.
Permintaan
Apabila
dicermati, permintaan terhadap makanan yang murah dan membuat perut kenyang
serta perubahan menu semakin meningkat seiring dengan tingkat kejenuhan
konsumen terhadap makanan yang itu-itu saja. Dalam hal kuliner, umumnya
konsumen ingin mencoba hal yang baru, yang harus diperhatikan agar konsumen
tetap setia membeli produk kami adalah rasa yang enak dan sesuai dengan selera
masyarakat Karawang. ”Lelenggangan” selalu berusaha menjaga kualitas produk
agar konsumen yang menyukai rasa produk kami tetap menyukai cita rasa
produk dan menjadi konsumen setia dan untuk menjaga tingkat permintaan
agar tidak menurun.
b.
Penawaran
Mengingat
besarnya peluang dalam usaha kiliner, maka kami akan memberikan penawaran yang
menarik bagi konsumen. Sesuai dengan konsep utama kami yaitu dengan menyediakan
makan dengan bahan dasar telur yang proses produksinya dengan cara di panggang
namun dengan menggunakan wadah daun pisan sehingga akan mengeluarkan bau
khasnya.
2.
Aspek Pemasaran
Peran
pemasaran dalam suatu usaha sangat penting, sebab pemasaran akan menentukan
kelanjutan usaha suatu perusahaan. Kegiatan yang tidak boleh ditinggalkan dalam
pemasaran adalah melakukan segmentasi pasar, menetapkan pasar sasaran, dan
menentukan posisi pasar.
a.
Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar berarti membagi pasar menjadi beberapa
kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau marketing mix
yang berbeda pula. Beberapa aspek utama untuk mensegmentasi pasar adalah
sebagai berikut:
a) Aspek Geografis
Secara geografis pasar dapat
dikelompokan menjadi beberapa segmen yaitu segmen pasar internasional,
nasional, lokal, dalam dan luar kota. Memusatkan pemasaran hasil produksi
pada satu atau beberapa daerah geografis seringkali memberikan manfaat
tersendiri bagi jenis-jenis usaha bisnis tertentu.
Sehingga lelenggangan
memusatkan pemasaran pada lokasi yang dinilai memiliki penduduk yang banyak
atau tempat yang memiliki pengunjung yang banyak, sehingga kami memutuskan
untuk membuka usaha di depan Universitas singaperbangsa karawang, yang dinilai
memiliki peluang besar dalam berbisnis.
b) Aspek Demografis
Karena sasaran kami adalah semua kalangan baik anak-anak,
remaja, dewasa maupun lansia, maka “lelenggangan” berada di sekitar kampus
UNSIKA yang merupakan tempat sasaran segmentasi pasar kami.
c) Aspek Psikologis
Yang termasuk dalam faktor
psikogarfis adalah penggolongan sosial, gaya hidup, dan pola konsumsi. Ketiga
faktor psikografis tersebut mempengaruhi kebutuhan, pola konsumsi, dan
keinginan seseorang untuk memiliki barang dan jasa. Semakin maju kehidupan
ekonomi suatu negara maka semakin banyak jenjang pengelompokan golongan sosial
penduduknya.
Dengan harga yang terjangkau “Lelenggangan” bisa dinikmati
semua kalangan, dari kalangan bawah sampai kalangan atas.
d) Aspek behavioristic
Produk yang ditawarkan oleh usahawan sangat dipengaruhi oleh
perilaku konsumen. Konsumen akan mencari produk yang diinginkan jika mereka
merasa butuh dan ingin untuk membeli serta jika memiliki kesempatan untuk
membeli.
Karena produk kami belum berjualan secara offline jadi kami
lebih memanfaatkan teknologi yang ada dengan melakukan promosi dengan online
atau media soal.
b.
Menetapkan Sasaran Pasar (Targeting)
Targeting adalah melakukan evaluasi keaktifan setiap segmen,
kemudian memilih satu atau lebih segmen pasar yang dilayani. Target dari
“lelenggangan” mencakup semua kalangan.
c.
Menentukan Posisi Pasar (Positioning)
Penentuan posisi pasar dilakukan setelah menentukan segmen
mana yang akan dimasuki, maka harus pula menentukan posisi mana yang akan
ditempati dalam segmen tersebut. Posisi pasar dari “Lelenggangan” adalah
menciptakan image di benak konsumen sebagai makanan yang mempunyai rasa yang
khas dan unik.
3.
Aspek Teknik Dan Teknologi
Setelah
dilihat dari aspek pasar maupun pemasaran, bahwa suatu rencana bisnis dianggap
layak, tahap yang selanjutnya dianalisis yaitu aspek teknik dan teknologi.
Dalam aspek ini terdapat tiga masalah pokok yang dihadapi sebuah usaha, yaitu
masalah penentuan posisi usaha, masalah desain dan masalah operasional.
a.
Masalah Penentuan Posisi Perusahaan
Dalam hal ini diputuskan bagaimana hendaknya posisi usaha
ditentukan. Keputusan ini mengenai pemilihan strategi berproduksi. Karena usaha
ini bergerak di bidang kuliner, maka strategi produksi yang digunakan oleh
“Lelenggan” adalah berproduksi ketika ada konsumen yang memesan. Sehingga
konsumen akan mendapatkan masakan yang masih hangat untuk dinikmati.
b.
Masalah Desain Produk
Masalah desain akan mencakup perancangan fasilitas operasi
yang akan digunakan, seperti kemasan. Kemasan yang kami gunakan disertai dengan
logo produk yang kami buat agar membuat konsumen selalu teringat oleh konsumen.
c.
Masalah Operasional
Masalah operasional biasanya timbul pada saat proses
produksi sudah berjalan. Meliputi rencana produksi, untuk usaha ini pembuatan
lelenggangan sesuai dengan pesanan yang diminta konsumen. Rencana persediaan,
untuk persediaan bahan baku, “Lelenggangan” menggunakan metode FIFO, yaitu
bahan baku yang pertama masuk maka itulah yang akan pertama diolah sesuai
keinginan konsumen. Pengawasan kualitas produk, dilakukan dengan menggunakan
bahan baku yang masih segar dan dengan menjaga kebersihan dalam mengolah bahan
baku tersebut, hal ini sangat diperlukan untuk kepuasan konsumen.
d.
Alur Proses Produksi
Dalam melakukan
atau menjalankan usaha ini diperlukan alur produksi yang jelas agar usaha dapat
berjalan dengan lancar, pada gambar . dijelaskan flowchart dari kegiatan
produksi yang dilakukan pada lelenggangan.
Bagan
Alur Produksi
![]() |
e.
Waktu Kegiatan
Usaha
D’Galaxy Cokelat kami akan beroperasi selama 12 jam, yakni buka pada
pukul 10.00 WIB dan tutup pada pukul 22.00 WIB.
f.
Layout
Ruangan
Alat memasak
|
Bahan-bahan
|
Letak lelenggangan
|
|
Area kosong untuk pemilik
usaha
|
|||
Alat-alat lainnya
|
|||
4.
Aspek
Manajemen
Manajemen merupakan alat untuk
mencapai tujuan organisasi (perusahaan) dengan melaksanakan fungsi-fungsi
manajemen. Dalam manajemen banyak sekali fungsi-fungsi manajemen yang
dikemukakan oleh para ahli, di sini “Lelenggangan” menggunakan fungsi manajemen
Jepang (zero defect), dengan uraian sebagai berikut:
a.
Perencanaan
(Planning)
“Lelenggangan”
memiliki tujuan memenuhi kebutuhan konsumen atas beraneka ragamnya toping,
tujuan ini dapat dicapai dengan adanya perencanaan yang matang. Perencanaan
yang dibuat “Lelenggangan” yaitu, untuk menarik minat konsumen kami akan
melakukan promosi melalui media elektronik. Untuk bahan baku yang digunakan
kami akan menyuplai dari pasar tradisional Karawang, tentunya dengan memilih
bahan baku yang berkualitas baik. Dan untuk kebutuhan karyawan, akan dilakukan
perekrutan yang ketat, hal ini dilakukan agar kami mendapat karyawan yang bisa
memenuhi kebutuhan konsumen.
b.
Melakukan (Doing)
Berarti
melakukan uji coba terhadap perencanaan yang telah dibuat. Dalam perencanaan
terdapat tiga poin utama, yaitu promosi, bakan baku dan karyawan. Dalam hal
promosi, kami mengunakan media media sosial seperi instagram, line dan WA serta
mulut-kemulut. Untuk bahan baku, kami akan melakukan survei pasar untuk menentukan
lokasi mana yang menyediakan bahan baku kualitas terbaik dengan harga yang
rendah. Untuk karyawan, akan diberikan pelatihan mengenai menu-menu apa yang
akan disajikan kepada konsumen, serta mereka akan dites mengenai kreativitas
dan imajinasi dalam membuat menu baru.
c.
Pengecekan (Checking)
Berarti
pengecekan terhadap hasil dan membandingkan sesuai dengan yang diinginkan.
Pengecekan ini lebih ditekankan pada produk yang akan dihasilkan, apakah sudah
sesuai standar atau tidak.
d.
Produksi (Acting)
Berarti
menindak lanjuti atas apa yang didapat pada proses pengecekan. Apabila terdapat
kesalahan pada produk yang sudah melawati proses pengecekan, maka kami akan
mengkaji pada bagian mana yang kurang, dan kami akan memperbaiki sehingga tidak
merugikan konsumen.
5.
Aspek Sumber Daya Manusia
a)
Aspek Organisasi
![]() |
b)
Uraian
Tugas
1.
Pemimpin
Bertanggung
jawab atas segala kegiatan usaha demi tercapainya tujuan perusahaan. Memiliki
wewenang puncak dan memiliki kewajiban menjadi decision maker atau pengambil
keputusan. Pimpinan pada usaha Lenggang adalah pemilik perusahaan yang
bersangkutan.
2.
Penjualan
dan Administrasi
Bertanggung jawab atas segala kegiatan
pemasaran/penjuaalan agar supaya produk
dari unit usaha ini dapat dikenal oleh masyarakat luas dan mendorong mereka
untuk mengonsumsi produk yang dibuat. Untuk Bidang Administrasi Bertanggung jawab
atas segala kegiatan yang berkaitan dengan keuangan perusahaan, membuat laporan
keuangan setiap 6 bulan sekali, dan menganalisis hasil laporan yang ada agar
supaya kondisi keuangan perusahaan tetap stabil dan baik.
3.
Produksi
Bertanggung jawab atas segala kegiatan produksi
perusahaan, mulai dari ketersediaan bahan baku, pengolahan bahan baku, sampai
dengan mengatur persediaan secara efektif dan efisien.
4.
Bagian
Umum
Bertanggung
jawab atas segala kegiatan ketenagakerjaan, untuk membantu dan menerima
perintah dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan
dalam perusahaan.
6.
Aspek
Hukum
Aspek
hukum merupakan aspek yang cukup penting untuk menentukan dan menjamin akan
kelangsungan kegiatan usaha. Aspek hukum merupakan legalitas kelangsungan
usaha, sedangkan usaha yang sedang berproduksi akan segera terhenti begitu saja
atau terhenti perlahan jika produk yang dihasilkan tidak memiliki jaminan
hukum.
Jenis
badan usaha yang dipilih dalam usaha ini adalah perusahaan perseorangan.
Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk membuat “Lelenggangan” ini di daerah
setempat terbagi atas dua bagian, yaitu Izin Usaha dan Izin Lokasi.
a.
Izin Usaha
Dokumen-dokumen
yang diperlukan untuk mendapatkan izin usaha perdagangan adalah:
1. Akte pendirian usaha dari notaris
setempat
2. Surat izin usaha perdagangan (SIUP)
3. Surat tanda daftar perusahaan (STDP)
4. Nomor pokok wajib pajak (NPWP)
5. Surat izin tempat usaha (SITU)
b.
Izin Lokasi
Untuk
mendapatkan Surat Izin Lokasi Usaha, dokumen-dokumen yang dibutuhkan adalah:
1.
Surat
izin usaha
2.
Surat
akta tanah
3.
Surat
izin mendirikan bangunan
4.
Surat
pajak bumi dan bangunan
5.
Surat
rekomendasi dari RT
6.
Surat
rekomendasi dari tetangga
7.
Surat
izin Amdal
8.
Aspek Ekonomi dan Sosial
Dampak
aspek ekonomi yang ditimbulkan dari usaha “lelenggangan” adalah sebagai
berikut:
Ø Dapat memberikan uang jajan tambahan
kepada mhasiswa dengan membuka part time
bagi mahasiswa. “Lelenggangan”.
Ø Menggali, mengatur dan menggunakan
ekonomi sumber daya alam melalui penggunaan lahan yang efisien dan efektif.
Dampak
sosial dengan adanya usaha “Lelenggangan” adalah sebagai berikut:
Ø Adanya perubahan demografi melalui
perubahan komposisi tenaga kerja. Dengan adanya usaha ini, kami dapat
meningkatkan partisipasi angkatan kerja dan juga menurunkan tingkat pengangguran
yang ada di Karawang.
Ø Perubahan budaya melalui terjadinya
perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha.
9.
Aspek Politik
Dilihat dari segi politik, usaha kami tidak ada
sangkut pautnya dengan politik, yakni partai dan lainnya yang berhubungan
dengan politik pemerintahan. Usaha kami adalah usaha murni yang ingin kami
kembangkan sendiri tanpa ada sangkut paut dengan dunia politik.
10.
Aspek Lingkungan Industri
(Persaingan)
Aspek
lingkungan industri lebih mengarah kepada aspek persaingan di mana usaha
berada. Masuknya usaha yang sejenis di tempat yang sama akan menimbulkan
ancaman bagi usaha yang sudah ada, seperti perebutan pangsa pasar dan perebutan
sumber daya produksi yang terbatas.
Untuk
mengatasi hal tersebut “Lelenggangan” akan menciptakan perbedaan-perbedaan
untuk kedepannya. Seperti, mengadakan acara “Lebih Dekat dengan Lelenggangan”,
yaitu berkumpulnya konsumen setia kami dengan pemilik dan semua karyawan, dalam
acara tersebut konsumen diperbolehkan bertanya seputar “Lelenggangan” dan
memberikan saran serta masukan untuk “Lelenggangan”.
11.
Aspek AMDAL (Lingkungan Alam)
Pendirian
“Lelenggangan” ini sesuai dengan alternatif terbaik menurut lokasi, yang
secara tidak langsung akan mempengaruhi
masyarakat sekitar lingkungan tempat usaha. Semua usaha pasti akan memiliki
dampak terhadap sekitarnya, sehingga setiap usaha tidak terkecuali
“Lelenggangan” berkewajiban melaksanakan upaya menyeimbangkan dan mencegah
timbulnya kerusakan dan pencemaran lingkungan.
“Lelenggangan”
merupakan usaha dalam bidang kuliner memiliki limbah berupa limbah padat yang
berasal dari sisa-sisa bahan makanan. Untuk mengatasi limbah tersebut kami
melakukan beberapa upaya, yaitu:
Untuk
limbah padat, kami memisahkan antara yang organik dan non organik. Limbah
organik akan dimanfaatkan untuk membuat pupuk dan limbah non organik akan
dibuang di tempat pembuangan akhir.
12.
Aspek Keuangan
a.
Modal Investasi dan BOP Produk
Lelenggangan untuk 1 Tahun
Investasi Awal
|
Rp 66.187.000
|
Modal Tetap
|
Rp 3.075.000
|
Penyusutan
|
Rp 415.000
|
Nilai Residu
|
Rp 1.000.000
|
Modal Kerja
|
Rp 63.112.000
|
Umur Ekonomis
|
5 tahun
|
Penjualan setiap tahun (5 tahun)
|
Rp 86.400.000
|
1. Kebutuhan Modal
Investasi
|
|||||
A. Modal Tetap (MT)
|
|||||
Peralatan produksi
|
Rp3.075.000
|
||||
Jumlah modal tetap
|
Rp3.075.000
|
||||
B. Modal Kerja (MK)
|
|||||
Lamanya putaran
produksi = 1 tahun
|
|||||
Kebutuhan modal kerja
1 tahun
|
Rp63.112.000
|
||||
Jadi Modal
Investasi (MT) + (MK)
|
|||||
Rp 3.075.000 + Rp
63.112.000
|
=
|
Rp66.187.000
|
|||
2. Perhitungan Biaya
Operasi Perusahaan (BOP) untuk Periode 1 Tahun
|
|||||
A. Biaya tetap (BT)
|
|||||
Penyusutan
|
|||||
Peralatan
|
Rp415.000
|
||||
Pemeliharaan
|
|||||
Peralatan
|
Rp143.500
|
||||
Utilitas
|
|||||
Listrik
|
Rp1.200.000
|
||||
Biaya Umum
|
Rp 200.000
|
||||
Sewa Stand
|
Rp 1.500.000
|
||||
Total Biaya Tetap (TBT)
|
Rp3.458.500
|
||||
B. Biaya Tidak Tetap
(BTT)
|
|||||
Asumsi Produksi 30
butir telur ayam per hari
|
|||||
Bahan Baku
|
|||||
Telur Ayam
|
Rp22.176.000
|
||||
Daun Pisang
|
Rp2.016.000
|
||||
Lada
|
Rp1.008.000
|
||||
MSG
|
Rp1.008.000
|
||||
Rp26.208.000
|
|||||
Bahan Penolong
|
|||||
Cabai
|
Rp2.880.000
|
||||
Daun Bawang
|
Rp1.344.000
|
||||
Bakso
|
Rp3.600.000
|
||||
Sosis
|
Rp2.496.000
|
||||
Keju
|
Rp5.040.000
|
||||
Sauce
|
Rp2.016.000
|
||||
Mayonaice
|
Rp2.496.000
|
||||
Rp19.872.000
|
|||||
Perlengkapan
|
|||||
Gas LPG
|
Rp3.600.000
|
||||
Kemasan
|
Rp11.088.000
|
||||
Sendok
|
Rp1.344.000
|
||||
Rp16.032.000
|
|||||
Biaya Transfortasi
& Umum
|
Rp1.000.000
|
||||
Total Biaya Tetap (TBTT)
|
Rp63.112.000
|
||||
Jadi Biaya Operasional
Perusahaan (BOP)
|
= TBT + TBTT
|
||||
Rp66.570.500
|
|||||
3. Perhitungan Harga
Pokok Pabrik (HPP)
|
|||||
Dengan menggunakan
metode Kalkulasi Bagi, maka HPP dapat dihitung
|
|||||
dengan cara:
|
|||||
HPP = Biaya
Operasional Perusahaan (BOP) x Rp.1,-
|
|||||
Jumlah Produksi
|
|||||
= Rp65.070.500 x Rp.1,- =
|
Rp.6.600
|
/Pcs
|
|||
4. Analisa Harga Jual
Produk (HJP)
|
|||||
HJP = HPP + % Laba
yang diharapkan
|
|||||
= Rp.6.600 + (21% x Rp. 6.600) =
|
Rp8.000
|
/Pcs
|
|||
5. Analisa Laba Rugi
Perusahaan untuk Periode 1 tahun
|
|||||
Nilai Penjualan =
10.800 pcs x Rp. 8.000 =
|
Rp86.400.000
|
||||
Biaya Operasi
Perusahaan (BOP) =
|
Rp66.570.500
|
||||
Laba Kotor
|
Rp19.829.500
|
||||
Pajak Penghasilan 10%
|
Rp1.982.950
|
||||
Laba Bersih Setelah
Pajak
|
Rp17.846.550
|
||||
6. Analisa Break Event
Point (BEP)
|
|||||
BEP (Nilai)
|
|||||
Total Biaya Tetap (TBT)
|
|||||
= 1 - Total Biaya Tiadak Tetap
(TBTT)
|
|||||
Hasil Penjualan
|
|||||
Rp3.458.500
|
|||||
= 1 - (
Rp63.112.000 :
|
|||||
Rp86.400.000)
|
|||||
Rp3.458.500
|
|||||
'1 - 0.73046
|
|||||
= Rp3.458.500 : =
|
Rp12.831.120
|
||||
0.26954
|
|||||
BEP (Satuan)
|
|||||
= BEP (Nilai)
|
|||||
Harga Satuan
|
|||||
Rp12.831.120 =
|
1.604
|
Pcs
|
|||
Rp. 8.000
|
|||||
b. Perhitungan Laba Setelah Pajak
dan Cashflow
Keterangan
|
Tahun 1
|
Tahun 2
|
Tahun 3
|
Tahun 4
|
Tahun 5
|
Penjualan
|
86.400.000
|
86.400.000
|
86.400.000
|
86.400.000
|
86.400.000
|
Biaya variable
Biaya tetap non penyusutan
Biaya tetap penyusutan
|
63.112.000
3.043.500
415.000
|
63.112.000
3.043.500
415.000
|
63.112.000
3.043.500
415.000
|
63.112.000
3.043.500
415.000
|
63.112.000
3.043.500
415.000
|
Tota biaya
|
66.570.500
|
66.570.500
|
66.570.500
|
66.570.500
|
66.570.500
|
Laba sebelum pajak
Pajak 10%
|
19.829.500
1.982.950
|
19.829.500
1.982.950
|
19.829.500
1.982.950
|
19.829.500
1.982.950
|
19.829.500
1.982.950
|
Laba setelah pajak (EAT)
Penyusutan
Nilai residu
Modal kerja
|
17.847.550
415.000
-
-
|
17.847.550
415.000
-
-
|
17.847.550
415.000
-
-
|
17.847.550
415.000
-
-
|
17.847.550
415.000
1.000.000
63.112.000
|
Cashflow
|
18.261.550
|
18.261.550
|
18.261.550
|
18.261.550
|
82.373.550
|
c. Analisis Penilaian Investasi
Ø ARR
(Accounting rate of return)
ARR 
ARR
ARR 
Karena
tingkat keuntungan yang di syaratkan sebesar 21%, maka menurut metode ini
proyek investasi ini layak, sebab ARR= 53,12% lebih besar disbanding dengan
return yang diharapkan = 21%.
Ø Payback Periode
(PBP)
PBP 
PBP 
PBP
( 3 tahun 7 bulan 13,2 hari)
Apabila
target kembalian investasi 4 tahun, maka investasi ini layak sebab payback
periodenya lebih kecil disbanding dengan target kembalian investasi.
Ø Net Present Value
(NPV)
Tahun
|
Cashflow
|
DF (21%)
|
Present value of Cashflow
|
1
2
3
4
5
|
18.261.550
18.261.550
18.261.550
18.261.550
82.373.550
|
0,8264
0,6830
0,5842
0,4665
0,3855
|
15.091.345
12.472.639
10.668.398
8.519.014
31.755.004
|
Total present value of cashflow
Present value of investment
Net present value
|
78.506.400
66.187.000
|
||
12.319.400
|
|||
Dengan menggunakan tingkat keuntungan yang
diharapkan sebesar 21%, tenyata diperoleh NPV sebesar Rp 12.319.400,-. Artinya
dengan NPV positif maka proyek ini layak untuk dilaksanakan.
Ø Internal Rate of Return
(IRR)
Tahun
|
Cashflow
|
DF (28%)
|
Present value of Cashflow
|
1
2
3
4
5
|
18.261.550
18.261.550
18.261.550
18.261.550
82.373.550
|
0,7812
0,6103
0,4768
0,3725
0,2910
|
14.265.923
11.145.024
8.707.107
6.802.427
23.970.703
|
Total present value of cashflow
Present value of investment
Net present value
|
64.981.184
66.187.000
|
||
-1.295.816
|
|||
Dengan
demikian :
Rr = 21% TPVrr =
78.506.400 NPVrr =
12.319.400
Rt = 28% TPVrt =
64.891.184
IRR 
IRR 
IRR 
Dengan rate 27,32%
akan menghasilkan Net present value = 0.
Ø PI (Profitability Index)
PI

PI
Dapat dilihat bahwa
hasil PI menunjukan angka 1,18% artinya lebih besar daripada 1 sehingga proyek
investasi ini layak.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dari kelompok kami bahwa
pendirian usaha ini harus memperhatikan semua aspek yang ada. Mulai dari aspek
pasar hingga keuangan atau finansial.
Berdasarkan hasil analisis kelompok kami mengenai
aspek keuangan, semua metode penilaian untuk proyek investasi semuanya layak
tidak ada satu metode pun yang menunjukan angka dibawah standar yang
ditetapkan.
Dengan demikian proyek investasi ini layak untuk di
jadikan bisnis yang menjanjikan bagi kelompok kami.
B.
Saran
Ø Dalam mendirikan usaha sebaiknya dipersiapkan
segala sesuatunya dengan matang dan tepat sehingga usaha yang dijalankan dapat
berjalan dengan baik.
Ø Dalam berwirausaha diperlukan keyakinan,
percaya diri, dan keuletan.
Ø Seorang wirausaha haruslah selalu kreatif dan
inovatif serta selalu mengikuti trend dan selera konsumen agar pelanggan
tidak mudah bosan.
Ø Semangat wirausaha harus selalu tertanam dalam
diri kita.
Ø Jangan mudah menyerah menghadapi berbagai
hambatan dan masalah.


No comments:
Post a Comment